Berbeda halnya dengan kebanyakan tempat di Pontianak yang mengalami banjir akibat hujan, di Pasar Mawar, Jalan Teuku Umar dan Gajah Mada saat ini sedang mengalami banjir namun beda jenis. Banjir yang sedang terjadi adalah banjir durian yang melimpah ruah sampai memenuhi badan jalan....
Isinya tentang segala macem yang berhubungan dengan saya... keluarga, teman, hobby, kesenangan, keisengan dan lain-lain... makanya gak tau mau ngasih judul apa.
28 October 2008
Pontianak Banjir....
Berbeda halnya dengan kebanyakan tempat di Pontianak yang mengalami banjir akibat hujan, di Pasar Mawar, Jalan Teuku Umar dan Gajah Mada saat ini sedang mengalami banjir namun beda jenis. Banjir yang sedang terjadi adalah banjir durian yang melimpah ruah sampai memenuhi badan jalan....
27 October 2008
Aqiqah...
Penggalan info dari Om Wiki.Id mengenai pengertian Aqiqah:
Aqiqah berasal dari kata ‘Aqq yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa ia adalah rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.
Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah, dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama, berdasarkan anjuran Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam dan praktek langsung beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus)darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)
Perkataannya Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan),” adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silahkan lakukan.” (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan).
Perkataan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “ingin menyembelihkan,..” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah.
Alhamdulillah, pada Tanggal 24 Oktober 2008 kemarin Kami melaksanakan aqiqah dan syukuran atas kelahiran anak ketiga Kami, Nemo Raditya Erlangga.
21 October 2008
Rajah atau Tattoo
Kata “tato” berasal dari kata Tahitian / Tatu, yang memilki arti : menandakan sesuatu. Rajah atau tato (Bahasa Inggris: tattoo) adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Dalam istilah teknis, rajah adalah implantasi pigmen mikro. Rajah dapat dibuat terhadap kulit manusia atau hewan. Rajah pada manusia adalah suatu bentuk modifikasi tubuh, sementara rajah pada hewan umumnya digunakan sebagai identifikasi.
Rajah merupakan praktek yang ditemukan hampir di semua tempat dengan fungsi sesuai dengan adat setempat. Rajah dahulu sering dipakai oleh kalangan suku-suku terasing di suatu wilayah di dunia sebagai penandaan wilayah, derajat, pangkat, bahkan menandakan kesehatan seseorang. Rajah digunakan secara luas oleh orang-orang Polinesia, Filipina, Kalimantan, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Mesoamerika, Eropa, Jepang, Kamboja, serta Tiongkok. Walaupun pada beberapa kalangan rajah dianggap tabu, seni rajah tetap menjadi sesuatu yang populer di dunia.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tato berarti gambar (lukisan) pada bagian (anggota) tubuh.

Tato di Beberapa Daerah
Di Borneo (Kalimantan), penduduk asli wanita disana menganggap bahwa tato merupakan sebuah simbol yang menunjukkan keahlian khusus.
Di China, pada masa zaman Dinasti Ming (kurang lebih 350 tahun yang lalu), wanita dari Suku Drung membuat tato di wajah dan pantatnya untuk sebagai tanda bagi keturunan yang baik.
Di Indian, melukis tubuh/ body painting dan mengukir kulit, dilakukan untuk mempercantik (sebagai tujuan estetika) dan menunjukkan status sosial.

Seperti seorang pejuang hebat yang ditato sebagai keberhasilannya dalam memburu manusia, wanita ditato sebagai penghargaan mereka karena keberhasilan mereka dalam menenun, menari, ataupun menyanyi dengan tujuan protektif. Dalam kepercayaan ritual, tenunan menghubungkan mereka dengan roh-roh penolong sebelum mereka merancang tenunannya. Hal ini menginspirasikan jiwa yang lain untuk membuat tenunan baru. Pekerjaan tekstil, secara sosial dan ritual ‘dihargai’ dengan dibuatnya tato pada tangan wanita.
20 October 2008
Korban Si Unyeng-unyeng Tiga
Ini kisah tentang anak kecil yang sedang dalam masa-masa pertumbuhan. Cerita tentang keseharian seorang anak kecil di sebuah lingkungan yang biasa kita jumpai... bukan sebuah cerita yang heroik...
= = = = = = o o 0 o o = = = = = =
Begini ceritanya....
Pada suatu hari, di sebuah rumah ada beberapa anak kecil dan seorang ibu yang sedang menggendong bayi sedang berkumpul. Beberapa anak kecil tersebut terdiri dari tiga orang, dua orang anak perempuan usia sekitar 3 tahunan dan seorang anak laki-laki usia 1,5 tahun. Mereka sedang asyik bermain-main sambil corat-coret di sebuah buku.
Sang Ibu hanya menyaksikan saja sambil menggendong bayi kecil. Sesekali dia hanya menegur atau memberitahu kalau anak-anak kecil itu bertengkar. Seorang anak perempuan belajar menulis atau tepatnya mencorat-coret buku disaksikan oleh anak perempuan yang lain.
Sedangkan si anak laki-laki tampak memegangi sebuah pulpen. Namun pulpen itu hanya dimain-mainkan saja tanpa digunakan karena dia tidak memilikibuku atau kertas.
Tanpa disadari oleh dua anak perempuan lainnya yang sedang asyik menulis, si anak laki-laki itu mulai memanjat naik ke atas kursi. Dengan berpegangan punggung sepupunya yang sedang ngupil, si anak cowok tampak berusaha agar dapat naik ke atas kursi.
Merasa terganggu usaha si anak laki-laki, anak pengupil kemudian pergi dan hanya tinggal si anak perempuan yang sedang menulis. Keasyikan anak perempuan itu mulai terusik oleh ulah si anak laki-laki yang begitu tertarik dengan apa yang dilakukan oleh anak perempuan.... dan tampak sekali kalau si anak laki-laki ingin merebut buku tulis.
Setelah mendapatkan buku yang diincarnya kemudian si anak laki-laki itu pindah ke meja untuk memulai mencorat-coret buku itu sambil meninggalkan si anak perempuan yang menangis karena ulahnya. Si Ibu tidak dapat berbuat banyak dan hanya berusaha membujuk si anak perempuan.
Si anak laki-laki kemudian mulai menyalurkan minat dan bakatnya dengan peralatan hasil rampasan.
Demikian cerita dari keseharian seorang anak laki-laki dengan unyeng-unyeng tiga yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan anak lain seusianya. Kelebihannya adalah .... lebih jail....
Peran Utama:
- Pitok : Anak Laki-laki Uyeng Tiga
- Atha : Anak Perempuan Nangis
- Nisa : Anak Perempuan Ngupil
Peran Figuran:
- Mamah Atha : Ibu Penggendong Bayi
- Nemo : Bayi
18 October 2008
Calon Fotografer
Beberapa hasil jepretannya bisa dilihat di bawah......
= = = = = = o o 0 o o = = = = = =
Lagi jawab email di rumah sakit....
Mamah Atha sehari setelah melahirkan Yazhi di Antonius
Atha ngambil gambar sendiri
Ritual Mandi Pagi
Bangun tidur ku terus mandi...
Tidak lupa menggosok gigi...
Habis mandi ku tolong ibu...
membersihkan tempat tidurku...
Masih ngat lagu di atas? Lagu tersebut sering dinyanyikan anak-anak kecil. Atha dan Pitok belum bisa menyanyikan lagu itu. Tapi ritual yang dinyanyikan dalam lagu itu dilakukan setiap pagi kecuali bagian "... habis mandi kutolong ibu... membersihkan tempat tidurku..."
Jadwal mandi pagi mereka biasanya sekitar jam tujuh pagi. Paling cepet jam setengah tujuh... paling lambat jam sepuluh... tergantung bangun tidurnya.
= = = = = = o o 0 o o = = = = = =






